Jumat, 10 Juni 2011 By: sanggar bunga padi

3 Macam Persoalan

Salah seorang ustadz di madrasah, sewaktu mengajarkan tafsir surah Al Fatihah mempunyai pertanyaan penting yang hingga saat ini masing mengiang di telinga saya. Saat menjelaskan makna ayat keenam, “Ihdinashshirathal mustaqiem”, “Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus” ia bertanya, “Betulkah kita benar-benar siap untuk ditunjukkan jalan yang lurus?”

Pertanyaan ustadz itu menjadi penting karena jika kita benar-benar mendalami makna ayat tersebut yang setiap hari kita baca dalam shalat wajib lima waktu, maka konsekuensinya memang sungguh berat. Meski do’a itu benar-benar akan menyelamatkan kita. Masalahnya, seringkali sesungguhnya kita belum benar-benar siap untuk berada di jalan yang lurus itu. Kita belum merasa siap karena terkena godaan sedikit saja kita bisa melenceng dari jalan lurus itu. Maka bisa diduga, tatkala kita membaca doa itu namun jalan hidup kita masih suka melenceng atau berliku-liku, berarti kita berdoa tidaklah sepenuh hati.

Jalan lurus adalah jalan paling dekat bagi kita mencapai tujuan. Seperti sebuah garis yang menghubungkan antara dua titik, maka garis paling dekat yang menghubungkan dua titik itu adalah garis yang lurus. Sebab jika garis penghubung itu dibuat melengkung, maka ukurannya menjadi bertambah. Begitu pula jika dibuat berkelok-kelok apalagi melingkar-lingkar, maka jaraknya akan semakin jauh. Dan dalam kenyataan kehidupan, banyak dari kita yang justru suka melengkung, melenceng ke sana ke mari, berliku-liku atau melingkar-lingkar sehingga lama sekali sampai di tujuan atau bahkan tidak pernah sampai. Jika tujuan hidup kita adalah Allah, maka jalan lurus itu adalah mengikuti hidayah dan taufik-Nya yang lurus dan kita setia mengikuti jalan itu agar lekas sampai di tujuan.

Shirat al-mustaqim” ada yang memaknai sebagai titian serambut dibelah tujuh yang membentang di atas neraka. Jika amal kita baik, maka kita akan mudah saja melewati titian nan kecil itu dan masuk syurga. Sedang jika dosa yang kita pikul begitu banyak, maka kita akan segera oleng dan terperosok masuk ke jurang neraka di bawahnya.

Sementara Prof. Muhammad Quraisy Syihab dalam Tafsir Al-Mishbah-nya menjelaskan makna “shirat al-mustaqiem” itu layaknya jalan tol. Jalan luas dan lebar yang bebas hambatan. Jika kita ingin segera sampai di tujuan dan tidak tersesat di jalan, maka jalan tol itu akan memberi keleluasaan bagi kita. Sepanjang kita patuh pada rambu-rambu petunjuk yang ada sepanjang jalan itu maka kita akan selamat sampai tujuan. Jalan tol itu juga seakan-akan ‘menelan’ kita yang berada di jalurnya. Jika kita sudah berniat untuk berada di jalan itu, maka kita tidak akan pernah keluar lagi dari jalurnya. Lewat jalan yang lebar dan luas itulah kehidupan kita menjadi nyaman. Dalam bimbingan dari-Nya kita akan selamat hidup di dunia dan di akhirat kelak, insya Allah.

Hanya saja dalam kenyataan hidup, banyak orang yang tidak teguh pendirian. Bahkan untuk sesuatu yang jelas kebenarannya atau kebatilannya. Orang masih suka memperdebatkan yang benar atau salah itu sehingga persoalannya menjadi kabur. Ada yang mempermasalahkan karena tidak mengetahui landasannya namun ada yang dengan kesengajaan dengan tujuan menghindar dari suatu tuntutan (hilah).

Padahal sebagai Muslim kita senantiasa berdoa, “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu nyata benarnya, dan berilah kekuatan kami mengikutinya. Dan tunjukkanlah yang batil itu nyata batilnya dan berilah kekuatan kami menjauhinya.”

Atau seperti sebuah nasehat riwayat dari At-Thabrani, “Sesungguhnya persoalan-persoalan itu ada tiga macam, yaitu persoalan yang jelas bagimu kebenarannya, maka ikutilah, persoalan yang jelas bagimu sesatnya maka jauhilah, dan persoalan yang terdapat perselisihan di dalamnya maka serahkanlah (kembalikan penentuan hukumnya) kepada yang alim (ilmuwan).”

Maka jalan lurus itu adalah jalan kebenaran yang menyegerakan kita sampai ke tujuan. Allahu a’lam.(Zainul Arifin/Pontianak)

1 komentar:

lembahhijau-taviv.blogspot.com mengatakan...

Itu fotonya koq dekat rumahku to.....

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...