Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 April 2011 0 komentar By: sanggar bunga padi

Banyak yang Tidak Tahu Bahaya Buang Baterai Bekas

 Apa yang Anda lakukan terhadap baterai bekas? Hampir semua akan menjawab, membuangnya ke tempat sampah. Baterai bekas adalah limbah yang sangat berbahaya yang sebenarnya tidak boleh dibuang sembarangan.

Semua jenis baterai bekas seperti baterai remote, mainan, jam tangan, telepon seluler, kamera digital maupun baterai yang bisa dicharge (rechargeable) termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Bila dibuang sembarangan atau tidak didaur ulang, maka kandungan logam berat dan zat-zat berbahaya lain yang ada di baterai dapat mencemari air dan tanah, yang pada akhirnya membahayakan tubuh manusia.

Pakar lingkungan Dr R Budi Haryanto mengaku wajar jika masyarakat banyak yang tidak tahu cara membuang baterai bekas yang aman. Karena memang selama ini juga tidak pernah ada sosialisasi bagaimana memperlakukan jenis-jenis sampah.

Menurutnya, sangat sulit untuk menyadarkan masyarakat bagaimana membuang limbah yang berbahaya jika pemerintah juga tidak memberikan contoh.

"Hampir semua orang tidak aware karena mereka tidak tahu bahayanya, jadi baterai bekas di buang begitu saja," ujar Dr R Budi Haryanto selaku Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI saat dihubungi detikHealth, Kamis (17/3/2011).

Dr Budi menuturkan salah satu kuncinya adalah melakukan sosialisasi mengenai masalah hal ini kepada masyarakat bahwa baterai bekas itu berbahaya sehingga penanganannya lebih komprehensif. Kalau tidak disosialisasi maka masyarakat tidak akan tahu dan tidak mengelola limbah tersebut dengan baik.

Kenapa baterai bekas tidak boleh dibuang sembarangan?

Baterai mengandung berbagai macam logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, nikel, lithium dan kadmium.

Jika baterai ini dibuang sembarangan maka logam berat yang terkandung di dalamnya akan mencemari air tanah penduduk dan membahayakan kesehatan.

Dr Budi mengungkapkan jika air yang tercemar logam berat ini digunakan oleh masyarakat bisa menyebabkan penyakit kronis yang nantinya menimbulkan gangguan di sistem saraf pusat, ginjal, sistem reproduksi dan bahkan kanker.

"Efek yang muncul adalah jangka panjang. Dan biasanya masyarakat baru akan lebih peduli jika efek yang muncul itu dalam jangka waktu dekat," ungkap dosen FKM yang lahir di Malang 51 tahun lalu.

Bagaimana mengelola sampah baterai bekas?

Seharusnya limbah baterai bekas ini dikelola secara khusus dan terpisah dari sampah-sampah lainnya.

Teknologi yang ada adalah limbah B3 akan ditimbun di dalam tanah yang sudah mengandung bahan-bahan kimia lain untuk dinetralisir dan juga dihancurkan agar tidak mencemari lingkungan.

"Untuk mengatasi limbah B3 ini semua orang harus aware terlebih dahulu, baik dari masyarakat, pengelola sampah dan juga pemerintah karena ini masalah yang kompleks. Biasanya hanya orang yang betul-betul sadar yang melakukan hal ini," ujarnya.

Apa bahaya baterai bekas?

Limbah baterai tidak hanya menyebabkan polusi tetapi juga membahayakan sumber daya alam karena mengandung logam berat dan elektrolit korosif yang menjadi sumber daya baterai, seperti timah, merkuri, nikel, kadmium, lithium, perak, seng dan mangan

Dalam aksi mikroorganisme, merkuri anorganik bisa diubah menjadi methylmercury, berkumpul dalam tubuh ikan yang kemudian dikonsumsi manusia. Methylmercury dapat memasuki sel-sel otak dan berdampak serius seperti merusak sistem saraf yang bisa membuat orang menjadi gila atau bahkan menyebabkan kematian.

Sedangkan kadmium baterai dapat mengkontaminasi tanah dan air, yang akhirnya masuk ke tubuh manusia menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, juga dapat menyebabkan tulang lunak atau kecacatan tulang berat.

Selain itu, kadmium dapat menyebabkan keracunan kronis dan menjadi faktor menyebabkan emfisema (penyakit paru obstruktif kronik yang melibatkan kerusakan pada kantung udara di paru-paru), osteomalasia (pelunakan tulang), anemia (kurang darah), juga membuat kelumpuhan pada tubuh manusia.

Ekskresi timbal juga paling sulit di dalam tubuh manusia dan dapat mengganggu fungsi ginjal dan fungsi reproduksi.

Jika limbah baterai dicampur dengan limbah padat lainnya, dari waktu ke waktu kandungan berbahaya didalamnya dapat mencemari air dan tanah, yang kemudian mengancam kehidupan ikan, tanaman, perusakan lingkungan dan secara tidak langsung mengancam kesehatan manusia.

Kenapa susah membiasakan warga membuang limbah baterai dengan tepat?

Menurut Dr Budi susahnya membiasakan orang membuang limbah baterai yang aman karena perlu usaha yang besar. Harus ada fasilitas khusus yang menampung dan orang yang mengerjakannya.

Contohnya jika dikumpulkan per RT, lalu siapa yang akan mengirim ke pusat pengolahan limbah B3 nya. Kondisi ini terkait dengan berapa jauh letaknya dan berapa biaya yang harus dikeluarkan.

Meski demikian Dr Budi menuturkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi dampak buruk dari pencemaran limbah baterai bekas yaitu:

  1. Masyarakat harus disosialisasikan terlebih dahulu mengenai bahaya dari limbah B3 bagi kesehatan
  2. Mulailah untuk memisahkan limbah berbahaya seperti baterai bekas di rumah dengan menaruhnya di dalam plastik khusus dan terpisah dengan sampah lainnya
  3. Kumpulkan semua limbah bahan berbahaya di dalam tempat tertentu, misalnya di setiap satu RW ada satu tempat khusus untuk menampung sementara limbah berbahaya
  4. Saat pengelola sampah datang untuk mengambil sebaiknya mereka juga sudah memiliki kesadaran untuk tidak mencampur limbah berbahaya dengan sampah lainnya
  5. Setelah itu limbah B3 ini akan dikirimkan ke tempat pengelola limbah B3 yang sudah memenuhi standar.

Karena itu sosialisasi mengenai bahaya dari limbah B3 ini sangat penting untuk menyadarkan masyarakat agar jangan membuang limbah baterai bekas secara sembarangan sehingga tidak mencemari lingkungan yang bisa berdampak buruk pada kesehatan.

Tempat buang limbah baterai?

Di beberapa negara maju daur ulang baterai dilakukan sangat serius. Banyak negara di Eropa Barat, tidak hanya di toko-toko tapi juga langsung di jalan, dilengkapi dengan kotak daur ulang baterai khusus dan menggunakan bahan daur ulang baterai 95 persen, khususnya dalam pemulihan logam bernilai tinggi.

Beberapa daerah sudah memiliki tempat penampungan baterai bekas sementara, seperti dikutip dari wwf.or.id beberapa tempat yang bisa menampung sampah baterai bekas antara lain:

Jakarta:
PT. Intimedia (Wikimu.com)
Jl. Pakubuwono 6 No. 99 (blkg Apotik Century)
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
cp: Bayu (0817 128 615)

Sekolah Cikal
Jl. T.B. Simatupang kav. 18
Jakarta 12430
cp: Mahmudin, bagian perpustakaan (0817 9249345)

Arief (Kos)
Gd. Sarana Jaya Tebet (Superindo)
Lt. 5 No.517
Jl. Tebet Barat IV
Jakarta 12810

Melly (Rumah)
Jl. Tutul 6 no.515
Pondok Bambu
Jakarta 13430
Telp: 0815 950 6400

Bandung:
Tobucil
Jl. Aceh no.56
Telp: 022 - 426 1548
cp: Tarlen

Yayasan Kontak Indonesia
Jl. KHA Dahlan No. 67
Telp: 022 - 723 0735
cp: Endy

(Vera Farah Bararah) 
Sumber: detikHealth
Selengkapnya...

Jumat, 25 Maret 2011 1 komentar By: sanggar bunga padi

Kulonprogo Prospek Pusat Kota Baru di DIY

Kabupaten Kulonprogo diwacanakan untuk menjadi pusat kota baru atau dalam istilahnya satelit baru. Wacana tersebut muncul menyusul adanya fakta pertumbuhan penduduk yang masih terkonsentrasi pada wilayah aglomerasi perkotaan saja seperti Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta.

Kepala Pusat Kajian Perumahan dan Permukiman (Pusperkim) UGM Prof Dr Budi Prayitno Eng mengungkapkan, akibat tidak adanya pemerataan populasi penduduk, tingkat kepadatan penduduk di Yogyakarta menjadi sangat tinggi. Sehingga agar pertambahan penduduk tidak berdampak negatif terhadap lingkungan, perlu dibuat pusat-pusat pertumbuhan baru.

"Kepadatan di Yogyakarta sendiri sampai saat ini telah mencapai 14.059 jiwa per kilometer persegi. Sehingga perlu adanya pemerataan agar kepadatan tidak terkonsentrasi di titik tertentu. Penataan ruang tidak hanya berhenti pada space atau ruangnya saja, tapi juga perlu mempertimbangkan daya dukung," ujarnya di sela workshop dan deklarasi 'Menuju Yogya Propinsi Hijau' di Graha Sarina Vidi.

Menurutnya, pemerataan polulasi penting dilakukan untuk meningkatkan daya dukung lingkungan. Terlebih jika bangunan-bangunan rumah penduduk, hotel, perkantoran dan lainnya dibiarkan terkonsentrasi di satu tempat, maka otomatis eksploitasi air dalam akan terjadi. Sementara wilayah pesisir seperti Kulonprogo belum termanfaatkan secara optimal.

"Meski masih dalam bentuk wacana atau perencanaan awal, diharapkan Kulonprogo nantinya akan menjadi satelit baru. Jika selama ini pertumbuhannya hanya di Yogya Sleman dan Bantul kemungkinan akan kita geser menjadi bentuk L (Sleman, Kota, Bantul, Kulonprogo). Sehingga Kulonprogo juga akan berkembang," katanya.

Dijelaskan, rencana menjadikan Kulonprogo sebagai satelit baru sebenarnya sudah dimulai dengan dibangunnya pusat-pusat industri. Bahkan pemerintah merencanakan pembangunan bandara dan pelabuhan.

"Dengan dibangunnya sentra industri, nantinya pasti akan berdampak pada pertumbuhan rumah penduduk, sehingga permukiman juga akan berkembang. Diharapkan populasi penduduk yang selama ini hanya hulu-hilir bisa bergeser menjadi L. Yakni jika Sleman, Kota Yogakarta, Bantul dan Gunungkidul sudah tersambung, maka otomatis Kulonprogo akan ikut terkena dampak," jelasnya.

Ditambahkan, pembangunan wilayah akan dilakukan secara tematik. Misalnya untuk Bantul diarahkan sebagai kota tangguh, pemberdayaan masyarakat, desa wisata dan kerajinannya akan lebih dikembangkan Kota Yogyakarta lebih mengedepankan itensifikasi lahan.

"Selanjutnya Sleman sebagai daerah penyangga resapan air, Gunungkidul sebagai pengembangan sumber daya air serta potensi karst sebagai pengurang emisi CO2. Untuk Kulonprogo diarahkan sebagai satelit baru karena selama ini kan satelit kita ada di Sleman," imbuhnya. (Ran/Mediacenter Kulonprogo)
Selengkapnya...

Kamis, 24 Maret 2011 0 komentar By: sanggar bunga padi

Kekurangan Air Bersih, 136 Anak Meninggal Setiap Hari

Data Bank Dunia tahun 2008 menunjukkan, sebanyak 50.000 anak Indonesia meninggal dunia karena masalah sanitasi air dalam setahun. Itu berarti rata-rata ada 136 anak yang meninggal setiap hari karena tak terjaminnya kebutuhan air bersih.

Pernyataan ini disampaikan Saiful Munir, Sekjen Lingkar Studi Aksi Demokrasi Indonesia (LS ADI), saat unjuk rasa peringatan Hari Air Sedunia di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (22/3/2011).

"Kebijakan yang keliru dari pihak pemerintah dalam menyediakan akses air bersih kepada masyarakat menyebabkan banyak anak menjadi korban," kata Saiful.

Menurutnya, seharusnya pemerintah bertugas melaksanakan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945, yang mewajibkan pemerintah memanfaatkan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat. Itu artinya, pemerintah perlu mengupayakan air bersih gratis bagi rakyat. "Bukannya diprivatisasi sebagaimana terjadi saat ini," tambah Saiful.

Muhammad Reza, Koordinator Advokasi Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air (KRuHA), menambahkan, laporan Millenium Development Goals (MDGs) yang dirilis Bappenas tahun 2010 mengungkapkan, hanya 47,71 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap air bersih yang layak.

"Selain itu, hanya 51,19 persen rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi," tambah Reza. Hal ini, menurutnya, menunjukkan ada yang keliru dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam mengelola kekayaan negara yang menjadi hak masyarakat.

Sumber: Kompas.com
Selengkapnya...

Rabu, 23 Maret 2011 0 komentar By: sanggar bunga padi

DIY Rintis Sekolah Hijau

Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dijadikan sebagai sekolah hijau. Lembaga sekolah diharapkan tidak hanya mengejar target kelulusan tapi juga dapat membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Langkah merintis jenis sekolah ini dibuktikan dengan pemberian pelatihan dan diskusi tentang sekolah hijau kepada 35 orang guru dari 11 SMK RSBI selama empat hari.

Pelatihan bertema sinergisitas pembelajaran dengan penguatan nilai-nilai lingkungan hidup itu difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGM dan Sekretariat Majelis Guru Besar (MGB) UGM. Kepala Dinas Dikpora DIY Prof Suwarsih Madya mengatakan pemilihan RSBI sebagai rintisan sekolahhijaudilakukankarenasyaratpenetapan menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI),harus memiliki wawasan tentang lingkungan.

“Ini untuk membantu memenuhi persyaratan ketika nantinya akan dijadikan SBI,”katanya kemarin. Saat ini ada 38 RSBI di DIY yang terdiri dari 15 SMA,11 SMK dan 12 SMP. Harapannya, ke depan pelatihan tersebut dapat dilakukan ke seluruh RSBI.“Bahkan kalau kita boleh berharap, kegiatan ini akan dapat lebih mengena ketika penyadarannya kita lakukan sejak dini misalnya kepada anak di pendidikan dasar,”ujarnya.

Sekolah-sekolah SMK RSBI yang dirintis sebagai sekolah hijau, kata Suwarsih, diharapkan bisa menginspirasi sekolah lain agar tidak hanya mengejar target meluluskan siswa saja, tapi juga berupaya membentuk karakter siswa yang peduli terhadap ling-kungannya. “Selama ini sekolah-sekolah lebih banyak mengembangkan teori ilmunya saja. Namun, tidak memberikan dampak perilaku dan wawasan terhadap lingkungannya,”katanya.

Ketua LPPM UGM Prof Danang Parikesit menambahkan, pelatihan tentang sekolah hijau akan diberikan dalam dua tahap.Tiga hari pertama, pelatihan dilakukan di dalam kelas dengan diisi materi dan diskusi. “Sementara hari terakhir akan kami bawa peserta ini ke Desa Hargotirto, Kokap, Kulonprogo, sebagai daerah binaan UGM,”ungkapnya.(maha deva/Mediacenter Kulonprogo)
Selengkapnya...

Selasa, 22 Maret 2011 1 komentar By: sanggar bunga padi

Dome Orangutan Terbesar di Dunia

Dome atau kubah yang dapat menampung 200 ekor orangutan sebagai langkah konservasi akan dibangun di Kulonprogo. Peletakan batu pertama pembangunan dome itu dilakukan oleh Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan RI, Ir Darori MM.

Dome orangutan itu akan dibangun di Jogja Orangutan Center yang berlokasi di Dusun Paingan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih. Jogja Orangutan Center sendiri, yang dulunya bernama Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta (PPSJ), berada dibawah payung Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY).

Menurut Ketua Dewan Pembina YKAY, GKR Pembayun, dome orangutan terbesar di dunia itu akan dibangun dua tahap. Pada tahap pertama ini akan dibangun dua dome kecil berdiameter 15 meter dan masing-masing bisa menampung sekitar 12 orangutan. Dua dome ini akan difungsikan sebagai kandang introduksi. Sedangkan tahap kedua akan dibangun dome besar berdiameter 125 m dengan tinggi 25 m. Dome besar ini bisa menampung 200 ekor orangutan.

“Dome ini nantinya diharapkan bisa menjadi rumah terakhir bagi orangutan yang tidak bisa dikembalikan ke habitatnya karena berbagai faktor. Diantaranya usia yang sudah tua, cacat, atau terkena penyakit. Mereka akan dipelihara dan dirawat berdasar prinsip-prinsip animal walfare atau kesejahteraan satwa,” katanya.

Dome itu juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang audio visual dan laboratorium. Seluruh aktivitas orangutan di dalam dome juga akan bisa dipantau oleh para pemerhati satwa di seluruh dunia melalui internet dengan adanya kamera yang aktif selama 24 jam.

“Jogja Orangutan Centre akan menjadi tempat konservasi, tempat penelitian, dan wisata khusus,” kata GKR Pembayun.

Sebagai tempat penelitian, nantinya Jogja Orangutan Centre juga akan membuka kerjasama dengan perguruan tinggi di Yogyakarta. Penelitian yang berkait dengan Orangutan diantaranya tentang genetik, kesehatan dan perilaku (berhavior).

“Dengan demikian, Jogja Orangutan Centre selain menjadi sarana wisata minat khusus satu-satunya di Indonesia dan dunia, juga menjadi ajang penelitian yang menarik bagi perguruan tinggi,” imbuhnya.

GKR Pembayun menambahkan, menurut rencana, Jogja Orangutan Centre akan fokus sebagai lembaga konservasi yang khusus menyelamatkan orangutan. Namun tidak menutup kemungkinan juga menerima satwa lain seperti yang dilakukan oleh PPSJ dulu, serta bergerak dilingkup konservasi lain.

Peletakan batu pertama pembangunan dome, selain oleh Dirjen PHKA, juga dilakukan bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Kulonprogo Toyo S Dipo, Pembina YKAY Hashim Djojohadikusumo, dan Greg Butler dari Microsoft Foundation. Acara itu juga disiarkan langsung melalui video streaming ke beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat. Beberapa lembaga internasional seperti Microsoft dan Orangutan Outreach akan membantu kampanye penyelamatan orangutan tersebut.

Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan RI, Ir Darori MM mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan spesiaes hewan dan tumbuhan yang bahkan menjadi kekaguman masyarakat dunia. Namun Indonesia juga negara dengan tingkat keterancaman spesies yang tinggi, sehingga upaya konservasi harus menjadi prioritas.

“Penyebab menyusutnya keragaman spesies antara lain karena konversi lahan dan perubahan iklim. Ekosistem hutan yang terancam penebangan menyebabkan tersudutnya ruang gerak satwa, sehingga sering terjadi konflik dengan manusia,” ujarnya.

Menurutnya, dalam upaya konservasi perlu juga kerjasama dari pihak ketiga karena keterbatasan anggaran dari pemerintah. Dia mengungkapkan, anggaran yang dialokasikan untuk konservasi per hektar lahan saat ini hanya sekitar 2-3 dollar. Angka itu jauh lebih kecil dibanding negara-negara lain, seperti Malaysia yang mengalokasikan 16 dollar.

“Sehingga perlu kerjasama dengan pihak ketiga, seperti dengan perusahaan melalui program CSR-nya (corporate social responsibility). Karena di Indonesia sekarang ini dari CSR sekitar Rp 10-20 triliun belum menyentuh konservasi,” imbuhnya.(Mediacenter Kulon Progo)
Selengkapnya...

Sabtu, 19 Maret 2011 1 komentar By: sanggar bunga padi

Anak 12 Tahun Membuat Dunia Terdiam Selama 6 Menit

Anak ini bernama lengkap Severn Cullis-Suzuki lahir pada 30 November 1979 di Vancouver, Canada. Ibunya adalah seorang penulis, Tara Elizabeth Cullis. dan ayahnya adalah ahli genetika dan lingkungan hidup, david Suzuki, seorang generasi kedua Japanese Canadian.

Saat Severn bersekolah di Lord Tennyson Elementary School di French Immersion, pada umur 9 tahun, ia mendirikan Environmental Children’s Organization (ECO), sebuah grup anak-anak yang mendedikasikan diri untuk saling berbagi dan berdiskusi isu lingkungan hidup antar sesama anak.

Pada 1992, saat usianya 12, Cullis-Suzuki mengumpulkan donasi dari para member ECO untuk dapat menghadiri Earth Summit di Rio de Janeiro. Bersama anggota grup lainnya, Michelle Quigg, Vanessa Suttie, and Morgan Geisler, Cullis-Suzuki memaparkan isu lingkungan dari sudut perspektif anak kecil.

ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah isi pidato tersebut:

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.

Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang.

Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak.

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali.

Orangtua seharusnya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ”Semuanya akan baik-baik saja, ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang ANDA, cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

http://99ratiz.blogspot.com
Selengkapnya...

Senin, 07 Maret 2011 0 komentar By: sanggar bunga padi

Tukang Kayu dan Pohon

Naskah Drama ini dipentaskan Sanggar Bunga Padi di acara Kumpul Sanggar pada tanggal 10 Oktober 2010 bertempat di Rumah Bapak H. Toyo Santoso Dipo (Bupati Kulon Progo)Ide cerita dab naskah ditulis oleh pengelola sanggar: Wahyu Setyarini




Di sebuah desa di tepi hutan belantara, hiduplah tukang kayu yang hidup dengan membuat perkakas dari kayu. Tukang kayu ini mendapatkan kayu untuk bahan pekerjaannya dari hutan dekat rumahnya.

Pada suatu sore tukang kayu pulang dengan tergesa-gesa, meletakkan kayu bawaannya, Ia mengetuk pintu dan memanggil-manggil istrinya.
Tukang Kayu : bu...bu...bukakan pintu, bapak pulang( mengetuk pintu makin lama makin keras karena istrinya tidak mendengar)
Pintu I : Aduh.....sakit sekali...kenapa kau ketuk aku seperti ini ...( mengerang kesakitan)
Istri : iya pak sabar...(sambil membuka pintu)
Tukang kayu : kenapa lama sekali bu...(sambil meletakkan parang bawaannya ke almari)
Almari I : (menggerutu) huh! Mbok kalo ngletakin barangnya dengan cinta dong........
Istri : sedang mandi pak...itu makanan sudah siap, silahkan makan pak
Tukang kayu dan istrinya masuk ke ruang makan (keluar)

Babak II

Malam pun tiba. Dalam keheningan malam terjadilah perbincangan dari para korban tukang kayu.

Pintu I : sudah nasibku jadi begini.....waktu masih jadi pohon jambu aku sangat bahagia sekali....tiap sore anak-anak di kampung ini rame-rame naik ke dahan.... sekarang.....tubuhku dipotong-potong dijadikan pintu......nasib....nasib....
Almari II : nasibku juga sama denganmu sahabatku pohon jambu....sebagai pohon nangka yg cukup besar si tukang kayu itu memenggalku begitu saja....tanpa permisi lagi....
Pintu II : kita ini adalah kumpulan pohon yang senasib
Jendela : Iya benar...kalian tidak sendiri aku dulu pohon mahoni yang bermabfaat untuk mengobati malaria....sekarang aku selalu kesepian
Pintu II : kalian ingat tidak bagaimana sakitnya badan kita waktu dipotong-potong
Almari dan Jendela : wahhh...rasanya sakit...sekali...
Gergaji I : maafkan aku teman-teman...
Gergaji II : aku tidak bermaksud menyakiti kalian
Kapak : demikian juga dengan aku, yang hanya digunakan tukang kayu sebagai alat. Aku bener-benar tidak ingin menyakiti kalian
Almari I : kami maklum gergaji, kapak...
Jendela : iya, kami tidak menyalahkanmu kok
(sambil keluar semua pemain bernyanyi lagunya Bondan: apapun yang terjadi, ku kan slalu ada untukmu, janganlah kau bersedih, kita takkan meninggalkanmu)

Babak III

Sementara itu di hutan..
(pemain keluar sambil bernyanyi dengan nada lagu Anak Gembala-nya Tasya: aku adalah pohon yang kuat, selalu riang setiap saat tra la la la la la…..tra la la la la la…..)

Jati : aduh....badanku sakit sekali...sebentar lagi aku pasti roboh
Sengon : sabar ya...kami ingin membantu, tapi tidak tahu apa yang harus kami lakukan
Sawo I : memang kejam tukang kayu itu
Jeruk : lihatlah kawan...sebentar lagi aku akan kehilangan perlindungan karena jati roboh.kalau ada hujan deras dan banjir seperti tahun lalu, nasibku akan berakhir seperti rambutan, durian kecil, dan yang lainnya...hanyut terbawa derasnya banjir.
Sawo II : dan sayangnya tukang kayu itu tidak pernah menanam bibit pohon sebagai ganti kita...aku khawatir dengan masa depan bumi ini.
Semua menjadi terdiam karena sedih
(pemain keluar sambil bernyanyi dengan nada lagu Cangkul: aku…aku…aku si pohon, tubuhku kuat banyak manfaat)


Babak IV

Keesokan harinya tukang kayu kembali ke hutan. Dia melanjutkan menebang pohon jati yang belum selesai ditebangnya kemarin.Jati dengan kesakitan mmembungkuk dan lama-lama jatuh. Kapak dan gergaji merasa sangat bersalah pada pohon jati. Sebaliknya tukang kayu pulang dengan senyum, membawa kayu jati hasil tebangannya.
Suasana hening di rumah tukang kayu
(pemain masuk sambil bernyanyi dengan nada lagu keong racun:Dasar kau tukang kayu, Tiba-tiba e nebang aku, Kau potong diriku, Kau rusak diriku, Malangnya nasibku..)

Almari I :Kita harus melakukuan sesuatu
Almari II :apa maksudmu
Almari I :pokoknya kita harus berbuat sesuatu
Jendela I :kita harus bikin rencana
Jendela II : rencana apa? Apa yang bisa kita lakukan?
Pintu I : aku ada ide, bagaimana bila kita boikot tukang kayu
Pintu II : caranya?
Pintu I : ya...kita jangan mau di buka..kamu, nanti kalau tukang kayu pulang, diam saja, jangan mau dibuka, jendela juga sama. Almari, kalau bu tukang kayu mau memakaimu, jangan pula kau buka pintumu...biar tahu rasa..
Gergaji I : lantas apa yang dapat kami lakukan?
Pintu I : kalian gergaji dan kapak, jangan mau dipakai untuk menebang, kamu mau kan berkorban...gosokkan mata gergaji dan kapakmu agar tumpul sehingga sulit untuk bekerja
Kapak II : ya kami mau... besok pagi semua siap, pintu.
(pemain masuk sambil bernyanyi dengan nada lagu keong racun:Dasar kau tukang kayu, Tiba-tiba e nebang aku, Kau potong diriku, Kau rusak diriku, Malangnya nasibku..)


Babak V

Sementara itu di hutan terjadi perundingan yang sama. Pohon-pohon prihatin dengan hilangnya teman-teman besar mereka, mereka jadi tidak punya pelindung..padahal ini mulai masuk musin hujan, bila terjadi banjir, semua akan musnah terbawa arus. Hutan ini kan gundul....!!
(pemain masuk sambil bernyanyi nada abang tukang bakso: Abang tukang kayu, Jangan tebang aku, Aku ingin hidup, Boleh tebang aku, Tapi jangan lupa tanamlah bibitku)


Sawo I : Teman-teman kita harus berbuat sesuatu agar tidak hanyut bila banjir nanti
Sengon : setuju, tapi bagaimana caranya?
Sawo I : ayo kita berbuah sebanyak-banyaknya agar tumbuh biji baru yang menjadi penerus kita nanti..aku akan bicara pada angin dan kelelawar untuk membawa buah kita pergi agar merata ke semua penjuru hutan ini...bagaimana?
Jeruk, sengon,dll : setuju.....

Babak VI

Pagi ini tukang kayu bangun dan bersiap akan kehutan melakukan pekerjaannya, akan tetapi..
Istri : Pak...kenapa jendela ini susah dibuka...(sambil berusaha membuka jendela)
Tukang kayu : coba aku bukakan ( membuka jendela)..wah memang sulit bu..
Kemudian pak tani beranjak ke almari untuk menyiapkan peralatan menebang pohon
Tukang Kayu : bu..bu...kenapa almari ini susah sekali dibuka.....kau taruh dimana kuncinya?
Istri : aku tidak menguncinya pak...coba di buka lagi
Tukang kayu : tetap tidak bisa bu ( sambil menarik pintu almari)
Istri : coba pakai linggis pak..
Tukang kayu hendak keluar rumah mengambil linggis, tetapi...
Tukang kayu : bu...bu...kenapa pintu ini susah di buka?bagaimana ini?

Akhirnya tukang kayu tidak dapat keluar rumah karena pintu, tidak mau di buka...Malam harinya, hujan deras mengguyur.karena derasnya dan sungai tak mampu menampung air karena pohon-pohon besar telah ditebang tukang kayu. Lama kelamaan air masuk ke rumah tukang kayu yang membuatnya panik. Apalagi pinti tidak bisa dibuka sehingga tukang kayu dan keluarganya tidak bisa menyelamatkan diri. Tukang kayu dan istrinya berfikir keras....mengapa semua ini bisa terjadi. Akhirnya dengan menyesal tukang kayu menyadari bahwa ini adalah akibat perbuatannya sendiri.

Selengkapnya...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...